Skip to main content
Cita dan Lukanya
Terkadang semua orang terus bertanya tujuannya, cita? Asalkan dataran belum menelan keberadaannya, tak ambil pikir pula.
Tapi semua mimpi tumbuh saat melihat terlalu banyak. Terlalu banyak kesenangan, terlalu banyak kesuksesan, terlalu banyak petuah, terlalu banyak kegagalan. Dan cita tumbuh, tak bertuan.
Dan semuanya terasa kecil ketika dipersembahkan pada dunia, sedikit tepukan dan belasan gumaman. Tapi setelah semuanya tercapai dan apa yang terlihat seperti langit ternyata lingkaran daratan. Dan untuk dirimu 10 tahun lalu kamu menangis, karena citanya berubah dan kali ini semua berubah cukup dan karena setelah kata sangat senang selalu ada, sangat sedih dan tidak ada dewi yang menjamin keseimbangan keduanya.
Comments
Post a Comment